Murid Sukses, Berasal Dari Guru Hebat

Saya tidak pernah meragukan apa yang saya tuliskan, khususnya tentang guru hebat ini. Anda, para pembaca budiman yang senang dengan tulisan saya, inilah salah satu keberhasilan nyata dari beberapa guru. Iya, beberapa guru ketika saya duduk di bangku sekolah.

murid sukses berasal dari guru hebat
Sumber : Canva.com

Cinta Matematika dan Olahraga Bermula Ketika SD

Saya tidak akan mulai dengan guru SD, tapi seseorang yang sangat berarti dalam hidup saya meskipun saat ini beliau sudah meninggal. Dia Bapak saya, Almarhum. Seseorang yang mulai mengajarkan saya berhitung matematika sejak saya masih 5 tahun.

Saya ingat betul ketika kelas 1 SD saya wajib belajar sehabis magrib, di bimbing dengan cara yang keras dan tegas. Tak jarang saya menangis karena kena ketok di kepala atau dijewer ketika susah mencerna penjelasannya. Atau ketika hasil perhitungan saya salah. Tiap habis magrib selalu tersiksa.

Tidak hanya sampai di situ, setiap jam istirahat sekolah, sejak kelas 1 SD saya akan bermain bola pimpong dengan Bapak. Kalau tidak sorenya main bulu tangkis dengannya. Atau sekedar bersepeda mutar-mutar di lapangan sekolah. Bahkan tak jarang beliau mengajak saya memancing meskipun saya tidak suka. Katanya “ini melatih kesabaran”.

Belum lagi saya diwajibkan bangun subuh, setiap pagi berlari atau jalan kaki. Lalu beberes rumah dan bersiap berangkat sekolah. Semua itu berawal pukul 5 Pagi setiap hari.

Lalu ketika kelas 4 SD saya bertemu dengan guru matematika perempuan, yang sangat peduli dengan pemahaman murid-muridnya. Semua muridnya diabsen satu persatu siapa yang belum mengerti, jika masih ada, ia tak segan sore datang lagi untuk memberi les gratis. Harus sampai mengerti, harus sampai paham. Begitulah yang saya rasakan saat itu, meskipun saya sendiri mulai mencintai hitung-hitungan ini.

Bapak dan guru matematika saya adalah dua orang yang membuat otak saya encer dalam matematika ternyata tanpa sadar terbiasa dengan olahraga. Disiplin juga dengan rutinitas yang di bangun dari pagi hari.

Suka Bahasa Inggris di Kelas 2 SMP

Ketika masuk SMP saya benci sekali dengan Bahasa Inggris, menurut saya ini susah. Masih mending bahasa Indonesia dimana saya memang mendapat arahan yang luar biasa dari guru Bahasa Indonesia saya waktu SD.

Namun menginjak kelas 2 SMP, saya bertemu seoran guru perempuan yang tak segan menghukum ketika salah. Menyebalkan, namun entah bagaimana otak saya lebih cepat paham. Entah karena takut dihukum atau memang pola seperti ini yang membuat saya jadi bisa.

Pada akhirnya saya putuskan minta les bahasa Inggris tambahan juga. Dari situ sayapun mulai familiar dan suka sesekali komentar dengan bahasa Inggris. Bahkan hingga saat ini saya sangat santai berkomunikasi dengan bahasa Inggris meskipun tidak formal.

Stenograf dan Mengetik 10 Jari Buta Yang Menyiksa

Lulus SMP saya tidak masuk SMA, tapi memilih SMK. Alasannya simpel, saya mau cepat kerja dan mandiri. Lagipula dengan gaji pas-pasan bapak yang PNS golongan II, rasanya pasti akan sangat memberatkan orang tua.

Disini saya diajari berbagai keterampilan dasar, kompetensi dasar sesuai jurusan yang akan di ambil. Dan Disinilah saya temui kelas yang mendapat jurusan, kelas neraka. Dalam seminggu hanya akan ada satu hari mata pelajaran ini, namun sekalinya itu langsung 4 jam mata pelajaran.

Itulah Mata pelajaran mengetik sepuluh jari buta. Iya, mengetik sepuluh jari buta, dengan mesin ketik pula. Bukan dengan komputer seperti saat ini ya, bisa dibayangkan bagaimana mesin ketik harus ditekan dengan kecepatan dan tanpa melihat tuts nya.

Ada yang tidak bisa saya lupakan dari guru mengetik 10 jari buta ini, yang berasal dari Madura. Dengan perawakan agak pendek, kulit sawo matang dan kumis khas orang Madura. Tiap kali masuk ke ruangan praktek, beliau akan langsung buka suara.

“Silahkan ketik kertas yang saya bagikan, jangan sampai ada yang berani menengok tuts, biarkan saja salah yang penting jangan tengok tutsnya.”

Dan suatu ketika, seorang teman sekelas yang berjarak 2 orang dari saya, tanpa sadar menengok tuts karena tak bisa juga hafal dengan posisi jari-jarinya. Maka seketika itu juga, penghapus kayu melayang ke arahnya, mengenai sedikit telinganya. Kami semua terkejut namun lanjut mengetik.

Bahkan jika ujian kompetensi, ruangan ini serasa terlalu menyeramkan dan menegangkan. Bahkan ada kenangan tertinggal di kelingking saya, dimana tulang kelingking saya agak bengkok keluar akibat menekan tuts.

Ada juga pelajaran stenograff, alias menulis cepat dengan tanda steno. Biasanya dipakai untuk seorang sekretaris ketika menjadi notulis atau ketika bos mendikte dan harus diingat dengan cepat. Kadang gurunya bikin sebel, karena liburan kelas yang harusnya untuk bersenang-senang, jadi harus dibubuhi tugas 40 halaman tulisan steno.

Tapi semua itu terbayar, dimana ketika era dimana semua menuntut kecepatan, mengetik 10 jari buta ini sangat membantu saya dalam pekerjaan. Meskipun ilmu steno tidak lagi saya gunakan, namun saya masih tahu bagaimana menuliskannya.

Mental dan Keberhasilan Seseorang

Dari semua cerita saya, ada hal yang harus saya bagikan secara tegas. Yaitu, dari sangarnya guru-guru saya, dari kerasnya cara mereka mengajar dan membimbing saya, dari gigihnya tekad mereka membuat saya lulus dengan nilai yang baik, pada akhirnya saya menjadi diri saya saat ini.

Jadi seseorang yang bermental baja, punya prinsip yang pasti. Ketika jatuh, bangun lagi. Kalah bangkit lagi. Gagal, coba lagi. Tak ada kata menyerah dalam kamus hidup saya. Tak bisa, belajar lagi.

Bahkan ketika saya dimintai bantuan yang belum saya ketahui bagaimana caranya, saya akan langsung cari tahu dan praktekkan. Dalam otak saya sudah ter mindset bahwa “usahakan semaksimal mungkin baru bertanya” atau “tak ada yang tak mungkin jika kita terus mencoba”.

Dari sekian banyak teman-teman kelas saya, saya adalah salah satu yang lulus test CPNS dalam hanya satu kali daftar. Beberapa menjadi pegawai honorer, yang lainnya jadi guru di sekolah internasional.

Saya pribadi, hingga kini menjadi seorang penulis di beberapa platform online, menjadi seorang web designer dan bergabung juga di sebuah firma hukum teman saya yang pengacara sebagai manager situs.

Yang luar biasa, meskipun bertugas sebagai seorang PNS, saya juga kadang dapat penghasilan lain dari pemanfaatan berbagai ilmu yang saya pelajari. Semuanya berkat bimbingan dan tempaan mental dari mereka, para guru saya yang luar biasa. Otak saya sudah terbiasa nekat untuk belajar.

Para guru yang tak rela kalau saya tak paham, tak rela kalau muridnya pulang dengan masih ada pertanyaan. Bahkan tak sekalipun mengeluh ketika harus bertugas dua kali sehari hanya untuk les gratis dan tambahan materi yang dicarinya sendiri.

Mereka selalu bilang “Lelah kami akan terbayar menyaksikan kalian sukses suatu hari nanti”.

*Untuk para guruku, yang mengajar dengan penuh kreatifitas, ketulusan dan kegigihan, terima kasih atas dedikasi yang begitu besar.

Prompt tulisan harian
Apa yang menjadikan seorang guru hebat?

Diterbitkan oleh LombokAuthor

Yang Viral dan Unik Cari di sini

2 tanggapan untuk “Murid Sukses, Berasal Dari Guru Hebat

Tinggalkan Balasan ke LombokAuthor Batalkan balasan