Event di Lombok Bulan Agustus sampai September 2025, jangan kelewatan ya! Ini dia agenda event di Lombok untuk bulan Agustus dan September 2025 :
Porche Carrera Cup Asia (Mandalika International Street Circuit 22-24 Agustus 2025)
Festival Mutiara Mataram (Taman Sangkareang 23-24 Agustus 2025)
Festival Sangiang Api (Desa Sangiang 24-30 Agustus 2025)
Festival Kota Tua Ampenan (24 Agustus 2025)
FIM Asia Road Racing Championship (Mandalika international street circuit, 29-31 Agustus 2025)
Perang Timbung (Pejanggik Lombok Tengah, 30 Agustus 2025)
Masbagik Festival ( GOR Pemuda Masbagik, 5-11 September 2025)
Maulid Adat Bayan (Desa Adat Bayan, 8-10 September 2025)
Nature Fest Tete Batu (Desa Wisata Tete Batu, 20-27 September 2025)
Nah sekian rangkuman event of the month di Lombok untuk bulan Agustus dan September 2025. Lihat juga itenerary Liburan seru di Lombok biar budget tetap aman, tapi liburan tetap nyaman.
Buat kalian yang mau promosi produk yang kalian jual, baik itu makanan, minuman, kerajinan, jasa pariwisata dan sebagainya, ada baiknya coba untuk ikut di kegiatan ini.
Ada Beberapa alasan mengapa mimin sangat sarankan anda pelaku usaha lokal khususnya UMKM di NTB untuk ikut, antara lain :
Kegiatan ini berskala besar dengan Event Organizer yang memang sudah sangat profesional di bidang promosi
Dipastikan pengunjung nya akan membludak, tidak hanya pengunjung lokal, luar daerah bahkan juga wisatawan asing. Secara acara ini di selenggarakan di Kuta Mandalika, yang notabene touris asing ga pernah sepi sepanjang tahun
Biaya mengikuti event ini menurut mimin sangat murah, untuk Food and Beverage cuma 2jt selama 7 hari dengan sarpras seperti listrik, kios, air dan area meja dan kursi pengunjung juga di sediakan.
Sales Income atau hasil penjualan dari pandangan mimin pastinnya ga akan sedikit ya, mengingat itu event di gadang akhir tahun pas libur dan cuti bersama.
Sejumlah program seperti hiburan anak, area kreatifitas anak, band lokal dan luar daerah, DJ dan berbagai pertunjukan lainnya juga di hadirkan di sini.
Nah, bagi anda yang ingin informasi lebih lanjut bisa langsung kunjungi laman resmi eventnya di https://sff.mylombokmag.com/ atau dapat download flyernya di bawah ini
Lari dari kota, kira-kira begitu saya menyebutnya. Saat kita ini para pekerja kantoran sudah begitu jenuh dengan bisingnya kota, dan banyaknya drama kehidupan di ruang kerja.
Sama seperti liburan kali ini, saya pergi mencari sepinya desa di Selong Belanak, yang berada di wilayah Lombok Bagian Selatan. Wilayah ini memang sedang naik daun karena banyak sekali hidden Gem di sana.
Pantai Selong Belanak
Nah bagi yang mau ngerasain pantai ala-ala luar negeri sana yang tidak ketemu pedagang keliling alias dibuntuti pedagang, cocok datang ke sini.
dokumentasi pribadi pantai selong belanak-lombok selatan
Pantai Selong Belanak menawarkan wisata pantai pasir putih yang datar, dan ramah bagi anak-anak. Terutama yang baru belajar surfing alias beginer.
Di pantai ini anda akan melihat pemandangan laut dan pantai tanpa adanya gangguan seperti pedagang keliling. Namun bukan berarti tidak ada warung atau lapak, sejumlah warung di pinggiran pantai tertata rapi lengkap dengan papan surfing nya.
kelas kursus surfing pemula
Lokasi Pantai
Pantai Selong Belanak berjarak kurang lebih sekitar 1 jam perjalanan dari pusat kota Mataram. Namun jika langsung dari BIL (Bandara Internasional Lombok) maka anda harus menempuh kurang lebih 1 jam 20 menit untuk sampai ke sini.
Adapun untuk moda transportasi bisa dengan mobil sewaan, travel ataupun sepeda motor. Akses jalannya sudah bagus dan menyuguhkan pemandangan Lombok yang cantik di sepanjang jalannya.
Makanan
Yang tak kalah penting, makanan di pantai ini menurut saya enak, meskipun harganya agak sedikit mahal untuk kantong kita-kita ini. Ada pisang goreng kepok dengan kelapa muda dingin (utuh dengan batoknya), kemudian kopi, serta makanan utama sup ikan, sup cumi, berbagai bakar-bakaran dan makanan tradisional lombok lainnya.
Harga antara warung satu dengan warung lainnya sudah di setting standar, sehingga tidak ada perbedaan harga mencolok di sini. Termasuk soal urusan jasa training surfing atau penyewaan papan surfing.
Untuk jasa kelas belajar surfing pemula di bandrol seharga 250rb untuk anak, dan sekitar 500rb untuk dewasa. Pelatihan dilakukan 2 sesi selama kurang lebih 1 jam setengah.
suasana pinggir pantai selong belanak
Tapi bagi wisatawan lokal atau yang sudah lama menetap di sini, harga kadang dipasang bervariasi. Seperti harga sejumlah menu makanan yang bervariasi, diantaranya kelapa utuh dingin seharga 25rb, pisang goreng kepok 30rb, atau cumi kuah kuning dengan harga 85rb seporsi. Namun menurut saya worth it dengan tempat dan rasanya.
Berdasarkan wawancara saya dengan salah satu pelaku usaha lokal di sana yang bernama Jony, harga bagi warga lokal memang ada pembedaan. “Kami juga mengerti dengan tamu lokal yang mungkin tidak seberada bule” tuturnya sesaat sebelum mulai mengajari anak saya dengan papan surfing.
Dari Jony ini juga saya akhirnya paham, bahwa seluruh pelaku pariwisata di sini begitu kompak dalam memberikan pelayanan bagi tamu dan pengunjung yang datang. Mereka berkomitmen bahwa, tamu yang berkunjung harus merasa nyaman dan bisa bersantai.
Rekomendasi Tempat Menginap
Saya bukan ingin promosi ya, tapi ini berdasarkan pengalaman saja sih. Untuk penginapan ada 2 tempat yang bisa saya rekomendasikan bagi anda jika berkunjung ke sini.
1. Disini Lombok Eco Sky House
Dengan konsep villa di ketinggian, Disini Lombok Eco Sky menawarkan pemandangan pegunungan dan lautan dari terasnya. Penginapan yang mengusung konsep alam dengan motto “Suistanable” ini juga menyuguhkan kamar yang sangat nyaman.
tampilan kamar bungalow Disini lombok
Kamar dengan bangunan kayu, dan semua furniturenya. Selain itu, produk-produk yang memang dibuat sendiri dan berbasis tanaman serta ramah lingkungan. Begitu masuk kamar, anda akan menikmati suasana semilir yang sejuk, terutama di balkon.
pemandangan dari balkon Disini Lombok Eco Sky house
Sejumlah fasilitas seperti AC, piyama, mini bar, handuk, sikat gigi berbahan kayu dan tumbuhan, sabun dan pasta gigi berbahan tanaman serta berbagai peralatan yang terbuat dari kerajinan tangan. Info lengkapnya bisa dilihat di lama lombokdisini.com
Jarak penginapan ini dengan pantai Selong Belanak sekitar 5-7 menit perjalanan dengan mobil atau motor. Lokasinya di Sempiak, dengan akses masuk melewati perkampungan tradisional. Untuk transportasi, jangan khawatir karena di tempat ini tersedia berbagai jasa travel yang mudah dijangkau.
Mini bar and lounge yang cozy Disini Lombok
2. Tiki Boutique Hotel and Yakapri Resto
Nah untuk penginapan yang satu ini berkonsep resort dengan kolam renang. Pemandangannya dari luar biasa saja, karena memang terletak di dataran rendah. Tepatnya di Pinggir jalan besar, jalan Selong Belanak.
Sumber : Aurore, Tiki Boutique
Suasana kamarnya juga nyaman, luas dengan kamar mandi outdoor di bagian belakangnya. Sejumlah fasilitas seperti kolam renang untuk tamu umum dan Private villa dengan kolam renang juga tersedia di sini.
Yakapri resto di Tiki Boutique (Tiki Lodge) dengan tungku tanah untuk italian pizza
Makanan yang disajikan adalah khas italia atau prancis yang dipadu padankan dengan berbagai bahan lokal yang ada. Hasilnya memang enakkkk. Belum lagi di tempat ini ada Yakapri Restaurant dengan pizza class.
Pembuatan pizzanya menggunakan tungku tanah tradisional dan bahan-bahan kaya rempah serta topping. Saya paling suka kelapa utuh yang dingin dengan bola-bola ubi ungu. Spring rollnya memiliki citarasa yang bikin ketagihan.
dokumentasi pribadi, jenis camilan enak di Tiki Boutique.
Jarak dari pantai selong belanak cuma 2-3 menit menggunakan sepeda motor ataupun mobil. Bahkan kebanyakan tamu memilih berjalan kaki karena dekat. Untuk melihat Profile Tiki Boutique ini anda bisa mengunjungi laman tikilombok.asia.
Di Selong Belanak juga terdapat beberapa objek wisata lainnya, seperti :
Pantai Mawi1 berjarak sekitar 5 km
Pantai Tomang-Omang berjarak 2,1 km
Pantai Semeti berjarak 2,1 km
Pantai Munah berjarak 2,6 km
Pantai Gerupuk bagi peselancar yang sudah pro (surfing area untuk expert) yang ombaknya memang lebih besar.
Nah, sudah ada gambaran kapan mau berkunjung. Supaya lebih kepincut lagi dengan Selong Belanak, berikut ini saya bagikan dokumentasi pribadi pas liburan kemarin ya
Disini lombok eco skychill out dari balkonpantai selong belanakkelas surfing pemulamenikmati pagi di pantai selong belanaksarapan di Disini Lombok Eco Sky
Mau tanya ada apa lagi di Lombok? tulis di Kolom komentar, maunya apa, ada di sini.
Desa wisata Bonjeruk, yang khas dengan pasar bambunya. Menurut saya ini adalah salah satu bentuk pelestarian kearifan budaya lokal di Lombok.
Meskipun ini pertama kalinya saya berkunjung, padahal aselinya emang orang Lombok. Namun ternyata saya kurang jalan-jalan ya. Maklum salah satu healing saya adalah menyendiri dan tenggelam dengan tulisan.
Dokumentasi pirbadi, pasar bambu bonjeruk
Pasar Bambu, Tempatnya Kuliner Khas Lombok Yang Maknyus
Jadi setelah selesai tugas dari koordinasi dengan Dinas Perindustrian Lombok Tengah, bersama dengan rekan-rekan kerja, kamipun memutuskan mampir untuk makan di Pasar Bambu, Desa Bonjeruk ini.
Awalnya saya pikir di sini hanya terkenal karena lokasi dan instagramable saja, namun ternyata meleset dari perkiraan saya. Di sini, lebih dari itu. Ademnya di bawah rumpun bambu dan aroma pedesaan jaman dulu.
Begitu masuk, driver kami yang aslinya orang Lombok Tengah langsung menjelaskan, bahwa di area Desa wisata ini ada beberapa tempat yang memang disulap menjadi lokasi pasar traditional yang patut menjadi destinasi wisata kuliner.
Seperti salah satu tempat yang saya kunjungi ini, namanya Pasar Bambu. Begitu masuk, saya disambut pemandangan pedagang jajanan khas Lombok, persis seperti ketika saya masih kecil. Ada juga lapak soto dan kelapa muda.
Pedagang jajanan tradisional pasar bambu bonjeruk
Jangan bayangkan tempatnya dengan papin blok, karena memang kearifan lokal budayanya justru di tonjolkan di sini. Seluruh pelayan nya adalah dari masyarakat khususnya anak muda setempat. Mereka mengenakan pakaian adat Lambung khas Lombok.
Sejumlah berugak (balai-balai) segiempat dari bambu menjadi ciri khas tempat makannya, ditambah dengan tumbuhan bambu khas perkampungan Lombok jaman dulu, serasa kembali ke masa lalu. Masa di mana saya bermain di antara rumpunnya bambu-bambu besar di desa Nenek saya.
Sejumlah menu khas Lombok seperti Ayam panggang dengan sambal yang disirami minyak jelengan (minyak kelapa murni yang dibuat sendiri untuk masak oleh masyarakat Lombok), kopi Lombok, ikan nila goreng, ayam penget goreng dan beberok khas Lombok.
Proses pemasakan ayamnya dengan pemasakan traditional, dipanggang dengan jangkih (kompor tanah liat dan kayu bakar), ayamnya pakai ayam kampung yang empuk dan segar.
Bau sedap minyak kelapa ini yang bikin perut tambah lapar dan otak jadi kembali ke masa lalu. Belum lagi habis makan hidangan utama, bisa mencicipi jajanan sasak seperi kelepon dari ubi ungu dan ada juga dari ketan, cerorot, kue lupis dan ontal antil dengan kelapa parut dan gula merahnya.
Menu makanan khas sasak di pasar bambu bonjeruk
Saya pikir itu saja, ternyata jajanan khas lebaran pun ada. Apalagi kalau bukan jaje tujak poteng (ketan tumbuk dengan tape ketan juga). Wah, jaje tujaknya lembut dan kenyal, potengnya lumayan manis juga. Selain itu tersedia juga kue kering lebaran lainnya seperti semprong, renggi dan aneka keripik.
Pelestarian Yang Tepat, Memajukan Kehidupan Ekonomi Rakyat
Bagi saya pribadi, konsep desa wisata seperti ini justru membawa banyak manfaat bagi kemajuan sebuah desa. Dikemas dengan menonjolkan kearifan lokal, namun tetap memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang.
Pasalnya, di lokasi ini sejumlah petugasnya sudah menggunakan HT untuk saling berkoordinasi satu sama lain demi memberikan pelayanan yang baik bagi setiap pengunjung.
Selain itu, metode pembayaran di sini pun sudah menggunakan Qris dan mesin EDC. Jadi jangan khawatir jika tidak membawa uang cash ya. Kita cukup pesan, makan dan bisa bayar di satu tempat.
Ada lagi yang membuat saya nyaman datang ke sini, karena fasilitas seperti kamar mandinya sangat bersih, dan mushala nya juga bersih dan rapi. Sepertinya para pengelolanya sudah paham bahwa nyaman saat berkunjung, merupakan salah satu nilai plus dari sebuah destinasi wisata.
Dari kunjungan ini, saya berkesimpulan, seandainya saja setiap desa dapat melihat potensinya sendiri sehingga dapat meningkatkan perekonomian dengan cara seperti ini. Tanpa harus meninggalkan budaya dan kearifan lokalnya. Dengan tetap menjadikan kemajuan perekonomian rakyatnya.
Bukan hanya itu, konsep memajukan kehidupan ekonomi rakyat melalui pemanfaatan tenaga lokal seperti ini juga akan meminimalisir angka kesenjangan sosial dan angka kriminalitas. Sehingga tentu saja kekompakan dalam masyarakatnya akan terjalin dengan baik.
Karena pada prinsipnya, dari masyarakat untuk masyarakat juga. Roda perekonomian berputar di satu tempat, perputaran uang pun di situ. Tentu saja hal ini sangat patut di tiru dan di aplikasikan, apalagi mengingat destinasi wisata Lombok itu tak ada habisnya.
Beberapa Desa Wisata di Lombok
Sebenarnya ini bukanlah desa wisata pertama yang saya kunjungi, sebelumnya saya pernah juga menginap di desa wisata Tete Batu. Atau Desa Wisata Sade yang sudah lebih dulu terkenal.
Setiap desa punya kemasannya sendiri dalam memasarkan produk wisatanya. Punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Namun semuanya patut di apresiasi, sebagai bentuk kreatifitas dari pemerintah desa dalam memajukan kesejahteraan penduduknya.
Sebagai warga Lombok Asli, saya sangat berharap semua desa yang berada di daerah wisata, dapat mengelola aset daerah dan keindahan desa mereka dengan arif dan bijak. Dapat mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, namun tetap dapat melestarikan budaya dan kearifan lokal yang ada.
Sekian ulasan desa wisata kali ini, jika ada pertanyaan seputar Lombok, bisa tag di kolom komentar. Atau mau request tulisan juga boleh.
Saya tidak pernah meragukan apa yang saya tuliskan, khususnya tentang guru hebat ini. Anda, para pembaca budiman yang senang dengan tulisan saya, inilah salah satu keberhasilan nyata dari beberapa guru. Iya, beberapa guru ketika saya duduk di bangku sekolah.
Sumber : Canva.com
Cinta Matematika dan Olahraga Bermula Ketika SD
Saya tidak akan mulai dengan guru SD, tapi seseorang yang sangat berarti dalam hidup saya meskipun saat ini beliau sudah meninggal. Dia Bapak saya, Almarhum. Seseorang yang mulai mengajarkan saya berhitung matematika sejak saya masih 5 tahun.
Saya ingat betul ketika kelas 1 SD saya wajib belajar sehabis magrib, di bimbing dengan cara yang keras dan tegas. Tak jarang saya menangis karena kena ketok di kepala atau dijewer ketika susah mencerna penjelasannya. Atau ketika hasil perhitungan saya salah. Tiap habis magrib selalu tersiksa.
Tidak hanya sampai di situ, setiap jam istirahat sekolah, sejak kelas 1 SD saya akan bermain bola pimpong dengan Bapak. Kalau tidak sorenya main bulu tangkis dengannya. Atau sekedar bersepeda mutar-mutar di lapangan sekolah. Bahkan tak jarang beliau mengajak saya memancing meskipun saya tidak suka. Katanya “ini melatih kesabaran”.
Belum lagi saya diwajibkan bangun subuh, setiap pagi berlari atau jalan kaki. Lalu beberes rumah dan bersiap berangkat sekolah. Semua itu berawal pukul 5 Pagi setiap hari.
Lalu ketika kelas 4 SD saya bertemu dengan guru matematika perempuan, yang sangat peduli dengan pemahaman murid-muridnya. Semua muridnya diabsen satu persatu siapa yang belum mengerti, jika masih ada, ia tak segan sore datang lagi untuk memberi les gratis. Harus sampai mengerti, harus sampai paham. Begitulah yang saya rasakan saat itu, meskipun saya sendiri mulai mencintai hitung-hitungan ini.
Bapak dan guru matematika saya adalah dua orang yang membuat otak saya encer dalam matematika ternyata tanpa sadar terbiasa dengan olahraga. Disiplin juga dengan rutinitas yang di bangun dari pagi hari.
Suka Bahasa Inggris di Kelas 2 SMP
Ketika masuk SMP saya benci sekali dengan Bahasa Inggris, menurut saya ini susah. Masih mending bahasa Indonesia dimana saya memang mendapat arahan yang luar biasa dari guru Bahasa Indonesia saya waktu SD.
Namun menginjak kelas 2 SMP, saya bertemu seoran guru perempuan yang tak segan menghukum ketika salah. Menyebalkan, namun entah bagaimana otak saya lebih cepat paham. Entah karena takut dihukum atau memang pola seperti ini yang membuat saya jadi bisa.
Pada akhirnya saya putuskan minta les bahasa Inggris tambahan juga. Dari situ sayapun mulai familiar dan suka sesekali komentar dengan bahasa Inggris. Bahkan hingga saat ini saya sangat santai berkomunikasi dengan bahasa Inggris meskipun tidak formal.
Stenograf dan Mengetik 10 Jari Buta Yang Menyiksa
Lulus SMP saya tidak masuk SMA, tapi memilih SMK. Alasannya simpel, saya mau cepat kerja dan mandiri. Lagipula dengan gaji pas-pasan bapak yang PNS golongan II, rasanya pasti akan sangat memberatkan orang tua.
Disini saya diajari berbagai keterampilan dasar, kompetensi dasar sesuai jurusan yang akan di ambil. Dan Disinilah saya temui kelas yang mendapat jurusan, kelas neraka. Dalam seminggu hanya akan ada satu hari mata pelajaran ini, namun sekalinya itu langsung 4 jam mata pelajaran.
Itulah Mata pelajaran mengetik sepuluh jari buta. Iya, mengetik sepuluh jari buta, dengan mesin ketik pula. Bukan dengan komputer seperti saat ini ya, bisa dibayangkan bagaimana mesin ketik harus ditekan dengan kecepatan dan tanpa melihat tuts nya.
Ada yang tidak bisa saya lupakan dari guru mengetik 10 jari buta ini, yang berasal dari Madura. Dengan perawakan agak pendek, kulit sawo matang dan kumis khas orang Madura. Tiap kali masuk ke ruangan praktek, beliau akan langsung buka suara.
“Silahkan ketik kertas yang saya bagikan, jangan sampai ada yang berani menengok tuts, biarkan saja salah yang penting jangan tengok tutsnya.”
Dan suatu ketika, seorang teman sekelas yang berjarak 2 orang dari saya, tanpa sadar menengok tuts karena tak bisa juga hafal dengan posisi jari-jarinya. Maka seketika itu juga, penghapus kayu melayang ke arahnya, mengenai sedikit telinganya. Kami semua terkejut namun lanjut mengetik.
Bahkan jika ujian kompetensi, ruangan ini serasa terlalu menyeramkan dan menegangkan. Bahkan ada kenangan tertinggal di kelingking saya, dimana tulang kelingking saya agak bengkok keluar akibat menekan tuts.
Ada juga pelajaran stenograff, alias menulis cepat dengan tanda steno. Biasanya dipakai untuk seorang sekretaris ketika menjadi notulis atau ketika bos mendikte dan harus diingat dengan cepat. Kadang gurunya bikin sebel, karena liburan kelas yang harusnya untuk bersenang-senang, jadi harus dibubuhi tugas 40 halaman tulisan steno.
Tapi semua itu terbayar, dimana ketika era dimana semua menuntut kecepatan, mengetik 10 jari buta ini sangat membantu saya dalam pekerjaan. Meskipun ilmu steno tidak lagi saya gunakan, namun saya masih tahu bagaimana menuliskannya.
Mental dan Keberhasilan Seseorang
Dari semua cerita saya, ada hal yang harus saya bagikan secara tegas. Yaitu, dari sangarnya guru-guru saya, dari kerasnya cara mereka mengajar dan membimbing saya, dari gigihnya tekad mereka membuat saya lulus dengan nilai yang baik, pada akhirnya saya menjadi diri saya saat ini.
Jadi seseorang yang bermental baja, punya prinsip yang pasti. Ketika jatuh, bangun lagi. Kalah bangkit lagi. Gagal, coba lagi. Tak ada kata menyerah dalam kamus hidup saya. Tak bisa, belajar lagi.
Bahkan ketika saya dimintai bantuan yang belum saya ketahui bagaimana caranya, saya akan langsung cari tahu dan praktekkan. Dalam otak saya sudah ter mindset bahwa “usahakan semaksimal mungkin baru bertanya” atau “tak ada yang tak mungkin jika kita terus mencoba”.
Dari sekian banyak teman-teman kelas saya, saya adalah salah satu yang lulus test CPNS dalam hanya satu kali daftar. Beberapa menjadi pegawai honorer, yang lainnya jadi guru di sekolah internasional.
Saya pribadi, hingga kini menjadi seorang penulis di beberapa platform online, menjadi seorang web designer dan bergabung juga di sebuah firma hukum teman saya yang pengacara sebagai manager situs.
Yang luar biasa, meskipun bertugas sebagai seorang PNS, saya juga kadang dapat penghasilan lain dari pemanfaatan berbagai ilmu yang saya pelajari. Semuanya berkat bimbingan dan tempaan mental dari mereka, para guru saya yang luar biasa. Otak saya sudah terbiasa nekat untuk belajar.
Para guru yang tak rela kalau saya tak paham, tak rela kalau muridnya pulang dengan masih ada pertanyaan. Bahkan tak sekalipun mengeluh ketika harus bertugas dua kali sehari hanya untuk les gratis dan tambahan materi yang dicarinya sendiri.
Mereka selalu bilang “Lelah kami akan terbayar menyaksikan kalian sukses suatu hari nanti”.
*Untuk para guruku, yang mengajar dengan penuh kreatifitas, ketulusan dan kegigihan, terima kasih atas dedikasi yang begitu besar.
Lombok Eco Flea Market. Bagi anda yang tinggal di Lombok, mungkin nama Lombok Eco Flea Market atau disingkat LEFM ini sudah tidak asing lagi. Eits, namun tidak semua juga tahu, faktanya saya sendiri baru kali ini datang dan hadir langsung di giat pop up marketnya.
Kebetulan, salah seorang teman baik saya mengajak datang ke acara ini, so pada Sabtu 2/6/2024 kemarin bertempat di Verve Beach Club Senggigi (ini ada di wilayah Mangsit) sebenarnya, kami berdua pun turut memeriahkan acara tersebut.
Jadi, ada cerita apa saja dari acara kemarin? Berikut ulasan selengkapnya.
Apa Itu LEFM?
Lombok Eco Flea Market atau yang dikenal dengan singkatan LEFM adalah suatu yayasan atau komunitas yang dibangun oleh seorang turis berkebangsaan Spanyol. Namanya Paula Huerta, seorang gadis spanyol yang pada tahun 2007 silam untuk pertama kalinya datang ke Lombok.
LEFM sendiri didirikan pada tahun 2019 di Kuta, Lombok. Tujuannya adalah untuk menyediakan wadah atau tempat bagi banyak pengrajin di sekitarnya dan organisasi lingkungan dengan bakat alami yang ada di Lombok. Khususnya petani dan pengrajin lokal di desa Kuta dan sekitarnya.
Kegiatan dan Kontribusinya
LEFM memiliki sejumlah kegiatan rutin yang merupakan pelaksanaan dari tujuan awal komunitas ini didirikan, diantaranya :
Promosi tetap di Lombok Eco Market Shop yang ada di Kute-Lombok
Pop Up even atau kegiatan promosi pasar kagetan yang diselenggarakan di seluruh Lombok seperti wilayah Senggigi, Gili Trawangan, Mangsit, Mataram, Kuta Lombok, dan Selong Belanak. Tak jarang juga event ini dilaksanakan di pusat keramaian seperti Lombok Epicentrum.
Lokakarya bagi Kaula Muda tentang bagaimana menjadi seorang ecopreneur, bagaimana mengembangkan ide menuju keberlanjutan dan mengikuti ekonomi sirkular agar mampu berkembang. Untuk event ini bekerjasama dengan beberapa SMP dan SMA di Lombok. Bahkan jika ada Sekolah yang ingin dikunjungi untuk diskusi atau lokakarya ini, bisa langsung menghubungi melalui laman resmi LEFM.
Lokakarya untuk Anak-Anak yang terdiri dari kegiatan DIY (do it yorself) dengan memanfaatkan berbagai perkakas tak terpakai seperti kaus kaki, kemudian menyebarkan dokumentasi kegiatan agar menginspirasi para orang tua di luar sana, ataupun belajar membuat berbagai hiasan dinding dari plastik bekas daur ulang.
WEBINAR dimana LEFM juga menghadirkan diri sebagai platform masa depan bagi organisasi lain yang serupa agar dapat dengan mudah ditiru dan diterapkan di negara lain.
Dukungan Marketing bagi setiap anggotanya, baik itu secara promosi maupun dukungan teknis lain seperti pemotretan, digital marketing maupun visual lainnya.
Clean Up Beach Event, salah satu kegiatan bersih-bersih pantai yang memberikan contoh pada masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga pantai tetap bersih. Kegiatan ini pun pada akhirnya membuat masyarakat turut serta dalam pelaksanaannya.
Kegiatan Amal lainnya seperti pengumpulan donasi dalam bentuk pakaian bekas dari pengunjung yang datang pada event LEFM yang nantinya akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
Dukungan kepada seniman musik lokal, yang akan menunjukkan bakat musiknya di tiap event LEFM.
Temenku, si Dian yang rada kalap belanja. Sumber : dokumentasi pribadi
Perannya Dalam Mendukung Brand Lokal
Melihat banyaknya kegiatan komunitas ini yang hampir keseluruhannya memiliki kontribusi terhadap lingkungan sekitarnya, tak salah lagi bahwa salah satu yang paling mendominasi adalah perannya dalam mendukung brand lokal yang ada.
Brand Hasil Boemi Lombok yang kemasan dan rasanya International menurutku.
Ketika hadir di event Lombok Eco Market kemarin, saya sampai kaget sendiri. Ternyata salah satu brand selai yang tadinya saya pikir dibuat oleh bule ini, justru milik warga pribumi. Ada juga satu merek kue yang sering saya lihat di IG pun ternyata sama. Belum lagi banyak jenis kerajinan lainnya yang memang benar-benar ramah lingkungan.
Salah satunya seperti beberapa perkakas kain sasakan cantik yang terbuat dari daun nanas, kemudian pot hiasan mini dari pulp kertas daur ulang, perkakas makan dari batok kelapa, Selai organik non sugar dari kacang-kacangan yang bahannya aseli lokal semua dari petani sekitar Lombok Tengah.
Produk Kain dari Daun Nanas.
Oh iya, sejumlah produk skin care yang pabriknya ada di Lombok dan juga mengusung organik produk turut membaur. Tak ketinggalan juga sejumlah pelaku usaha lainnya seperti jamu, gerabah dan produk lilin aromatherapy.
Yang perlu diketahui, semua pedagang atau pengusaha dengan brand lokal ini mendapat dukungan sepenuhnya dari komunitas LEFM. Mulai dari pembinaan, promosi, foto visual produk hingga event perkenalan langsung melalui pop up market ini.
Senengnya lagi pas hadir kemarin, saya bisa wawancara langsung dengan founder dari Merek Hasil Boemi Lombok, mbak Tierza Miranda. Kemudian owner dari produk rumahan Terserah April.
Bagaimana Cara Join Komunitas Lombok Eco Flea Market?
Bagi anda yang ingin bergabung dan menjadi anggota dari komunitas ini, dapat langsung mengunjungi laman resminya di https://www.lombokecofleamarket.com/. Eh, untuk anda yang berdomisili di seputaran Lombok Tengah, bisa juga mengunjungi Lombok Eco Market Shop yang ada di area Kuta Mandalika, Lombok Tengah.
Atau bagi anda yang ingin mendapatkan giat pembinaan dalam bentuk lokakarya atau webinar, bisa juga menghubungi koordinatornya melalui laman yang sama .
Habis itu, mimin juga mau cerita kalo kalian mau experience bahasa inggris atau bahasa asing, bagus nih dijadikan ajang latihan berinteraksi langsung dengan para bule. Terakhir mimin bagi-bagi foto kemarin dulu ah.
Tempe, siapa yang tidak kenal makanan yang satu ini. Rasanya yang lembut dan khas dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan sehat bernutrisi. Lalu apa saja manfaat tempe? Yuk simak penjelasannya berikut ini.
Mengenal Tempe
Tempe adalah produk makanan fermentasi tradisional Indonesia yang terbuat dari biji kedelai. Bahan-bahan:
Biji kedelai
Ragi tempe (Rhizopus oligosporus atau Rhizopus oryzae)
Langkah-langkah Pembuatan:
Setelah fermentasi, tempe biasanya akan matang dan siap untuk dikonsumsi atau diolah lebih lanjut. Tempe yang telah jadi akan berwarna putih dengan bau khas fermentasi.
Persiapan Biji Kedelai :
Pencucian: Cuci biji kedelai hingga bersih untuk menghilangkan kotoran dan debu.
Perendaman: Rendam biji kedelai dalam air selama 8-12 jam atau semalaman. Proses ini bertujuan untuk melembutkan biji kedelai dan mempermudah pengelupasan kulit arinya.
Pengupasan dan Pemisahan Kulit Ari: Setelah perendaman, bilas biji kedelai dan kupas kulit arinya. Kulit ari bisa dihilangkan dengan cara meremas-remas kedelai di dalam air hingga terpisah.
Perebusan: Rebus biji kedelai yang telah dikupas selama 30 menit hingga empuk. Perebusan ini juga bertujuan untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme yang tidak diinginkan.
Pengeringan: Tiriskan dan keringkan biji kedelai yang sudah direbus. Pastikan kedelai benar-benar kering karena kelembapan yang tinggi dapat menghambat proses fermentasi.
Penambahan Ragi: Setelah kedelai kering, taburkan ragi tempe secara merata ke atas biji kedelai. Pastikan semua biji kedelai terkena ragi.
Pembungkusan: Bungkus biji kedelai yang telah dicampur ragi dalam daun pisang atau plastik berlubang kecil untuk memberikan ventilasi. Pastikan bungkusannya rapat namun tetap ada sirkulasi udara untuk fermentasi.
Fermentasi: Biarkan bungkusan kedelai di tempat yang hangat (sekitar 30-32°C) selama 24-48 jam. Selama waktu ini, jamur Rhizopus akan tumbuh dan mengikat biji kedelai menjadi satu massa padat yang disebut tempe.
Pematangan: Setelah fermentasi, tempe biasanya akan matang dan siap untuk dikonsumsi atau diolah lebih lanjut. Tempe yang telah jadi akan berwarna putih dengan bau khas fermentasi.
Kandungan Tempe
Tempe memiliki sejumlah kandungan yang baik bagi kesehatan tubuh. Berikut adalah kandungan nutrisi utama dalam tempe:
Probiotik: Proses fermentasi tempe menghasilkan probiotik, yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan dan sistem kekebalan tubuh.
Protein: Tempe kaya akan protein, menjadikannya sumber protein nabati yang sangat baik. Dalam 100 gram tempe, terdapat sekitar 18-20 gram protein.
Serat: Tempe mengandung serat yang tinggi, membantu pencernaan dan kesehatan usus.
Vitamin B: Tempe mengandung berbagai jenis vitamin B, termasuk B2 (riboflavin), B3 (niacin), B6, dan B12, yang penting untuk metabolisme energi dan fungsi saraf.
Mineral: Tempe merupakan sumber yang baik untuk beberapa mineral penting seperti kalsium, magnesium, fosfor, dan zat besi.
Isoflavon: Kandungan isoflavon dalam tempe berperan sebagai antioksidan dan memiliki manfaat kesehatan seperti menurunkan risiko penyakit jantung dan osteoporosis.
Manfaat Konsumsi Tempe :
Tempe memiliki banyak manfaat kesehatan karena kandungan nutrisinya yang kaya dan proses fermentasinya yang unik. Berikut adalah beberapa manfaat utama tempe:
Alternatif Daging yang Baik:
Karena kaya akan protein dan memiliki tekstur yang mirip dengan daging, tempe bisa menjadi alternatif yang baik bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi daging tanpa mengorbankan asupan protein.
Baik untuk pembentukan jaringan (otot) karena Sumber Protein Tinggi
Tempe kaya akan protein nabati yang penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Ini menjadikannya pilihan baik bagi vegetarian dan vegan. Selain itu bagi anda yang punya kebiasaan olahraga angkat beban untuk menambah masa otot dan kekuatan tulang, maka tempe menjadi salah satu pilihan yang tepat.
Mengandung Probiotik:
Proses fermentasi tempe menghasilkan probiotik, yang bermanfaat untuk kesehatan saluran pencernaan dengan membantu keseimbangan bakteri baik di usus. Tentunya dengan memperhatikan proses pengolahan yang tidak terlalu panjang atau berlebihan ya.
Tempe mengandung serat tinggi yang membantu memperlancar pencernaan, mencegah sembelit, dan menjaga kesehatan usus. Hal ini akan mengurangi resiko terjadi berbagai penyakit akibat kurangnya serat.
Mengandung Isoflavon:
Isoflavon dalam tempe memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu mengurangi risiko beberapa penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan osteoporosis. Isoflavon juga dikenal memiliki efek positif pada kesehatan hormon, terutama pada wanita menopause.
Sumber Vitamin B:
Tempe mengandung berbagai vitamin B, termasuk riboflavin, niacin, B6, dan B12, yang penting untuk metabolisme energi dan fungsi saraf. Sehingga bagi mereka yang cenderung sering mengalami defisit vitamin B, tempe merupakan pilihan yang baik.
Mengandung Mineral Penting:
Tempe merupakan sumber kalsium, magnesium, fosfor, dan zat besi yang penting untuk kesehatan tulang, fungsi otot, dan produksi darah. Oleh sebab itu, tempe dapat dikonsumsi tiap hari secara aman atau ketika dibutuhkan.
Rendah Lemak Jenuh dan Kolesterol:
Tempe rendah lemak jenuh dan tidak mengandung kolesterol, menjadikannya baik untuk kesehatan jantung. Untuk yang satu ini sepertinya sudah menjadi rahasia umum ya.
Mengatur Kadar Gula Darah:
Serat dan protein dalam tempe membantu mengatur kadar gula darah, yang bermanfaat bagi penderita diabetes.
Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh:
Kandungan nutrisi dalam tempe, seperti probiotik, vitamin, dan mineral, dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi.
Nah, bagi anda yang memang kurang suka dengan tempe yang disajikan biasa-biasa saja, maka bisa mencoba mengkonsumsi tempe yang diolah berbeda. Salah satunya adalah produk nugget tempe Say Vege!
Terbuat dari tempe asli Lombok dengan campuran wortel segar, daun bawang, telur dan rempah tanpa bahan pengawet. Sangat cocok bagi mereka yang memang kesulitan mengkonsumsi sayuran.
Lebaran Topat merupakan salah satu tradisi khas suku sasak di Pulau Lombok. Tradisi ini biasanya diselenggarakan setelah 6 hari berturut-turut puasa Syawal yang dilaksanakan dari tanggal 2 sampai 7 Syawal setiap tahunnya.
Adapun Perayaan lebaran topat kali ini jatuh pada tanggal 16 April 2024 atau 8 syawal 1445 Hijriah. Event ini biasanya diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah setempat selama satu hari setiap tahunnya.
Hal ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Daerah atas pelestarian kebudayaan lokal Suku Sasak yang juga sebenarnya bertujuan untuk menarik minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Sehari sebelum perayaannya, warga muslim biasanya akan membuat topat atau ketupat. Topat merupakan penganan yang terbuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa (biasanya disebut Busung). Kemudian direbus beberapa jam hingga matang dan digantung agar dingin untuk disajikan keesokan harinya.
Selain itu hidangan khas sasak lainnya seperti opor ayam, pelecing kangkung, beberok, opor telur atau opor daging juga akan disediakan.
Lokasi perayaan dan bentuk perayaannya pun bervariasi di tiap-tiap kabupaten/Kota (terdapat 4 kabupaten dan 1 Kotamadya di Lombok). Namun yang pasti, dulang atau sajian makanan khas lebaran untuk santapan bersama akan tersaji dengan melimpah di lokasi acara pun di tiap-tiap masjid yang ada.
Apalagi, Lombok memang terkenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid. Maka tak heran wisatawan atau pengunjung khususnya yang beragama muslim akan menemukan banyak dulang di hampir setiap masjid, khususnya masjid besar.
Seperti yang terjadi di wilayah tempat tinggal saya misalnya, Jalan Raya Senggigi yang hampir setiap tahunnya selalu menjadi titik kegiatan perayaan ini. Untuk tahun ini saja jarak acara perayaan hanya kurang 1 menit dari rumah, yaitu di kawasan pantai Tanjung Bias.
Perlu diketahui, acara tahunan ini biasanya akan dijaga ketat oleh aparat kepolisian untuk mengantisipasi kemacetan. Bahkan pengalihan arus bagi sejumlah pengguna jalan yang akan melintas dekat lokasi acarapun dilakukan. Alhasil saya yang notabene biasanya pulang kantor hanya menempuh jarak 20 menit, bisa molor hingga 30 menit lebih.
Hal ini disebabkan pengalihan arus kendaraan dilakukan secara merata, sehingga pekerja kantoran yang akan pulang dengan tujuan ke arah Jalan Raya Senggigi pun harus mencari jalan alternatif. Apalagi, kalau bukan mencari jalan tikus alias gang-gang kecil di perkampungan sekitarnya.
Biasanya arus kendaraan akan mulai padat sejak pagi, karena tidak hanya pengunjung yang ingin menikmati perayaan lebaran topat bersama, sejumlah pedagang asongan pun mencari kesempatan untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Sehingga dapat dipastikan lokasi acara akan dibanjiri lautan manusia yang menikmati berbagai hiburan maupun santapan.
Oleh sebab itu, saya sarankan bagi anda yang punya rencana berkunjung ke Lombok, khususnya ketika ada event tahunan perayaan lebaran topat, ada baiknya untuk mencari informasi terlebih dahulu terkait jadwal pelaksanaannya.
Hal ini akan membantu anda untuk menghindari pengalihan arus yang lumayan menyita waktu dan membuat anda lebih bisa menikmati moment wisata di Lombok dengan lebih baik.
Atau, jika anda ingin menyaksikan secara langsung perayaan lebaran topat ini, pastikan agar anda datang lebih awal untuk memilih lokasi yang dekat dengan pusat acara.
Siapa yang tidak kenal NTB khususnya Lombok, salah satu pulau yang menjadi tujuan wisata nasional dan mancanegara ini menawarkan banyak sekali destinasi wisata. Mulai dari gunung, bukit, laut, pantai dan wisata religi. Salah satunya adalah ikon terbesar pulau Lombok, Islamic Center.
Sejarah dibangunnya Islamic Center Lombok
Masjid Hubbul Wathan ini pertama kali dibangun pada 9 Maret 2010 dan selesai tepat pada 15 Desember 2013. Setelah selesai proses pembangunan, masjid ini diresmikan oleh Gubernur NTB saat itu TGB. H.M. Zainul Majdi.
Dengan luas sekitar 43.500 meter persegi menjadikan Masjid Islamic Centre masuk dalam jajaran masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara. Sejak dibuka pada 2013, Masjid Hubbul Wathan ini dengan cepat berkembang menjadi pusat kebudayaan Islam, wisata religi, kegiatan spiritual, dan pasar seni bagi masyarakat Lombok dan sekitarnya.
Bahkan pada 2014, Islamic Center Lombok menjadi lokasi utama seluruh kegiatan kajian Islam dan penelitian sejarah Islam di NTB. Selain itu tempat ini menjadi destinasi wisata religi karena arsitekturnya uniknya dan bangunan yang megah.
Fasilitas Yang Tersedia
Islamic Center Lombok memiliki sejumlah fasilitas bagi berbagai tujuan kunjungan. Mulai dari tempat ibadah yang nyaman, bangunan menara setinggi 99 m yang mewakili 99 Asma’ulHusna, Aula Serbaguna, perpustakaan, Internet gratis dan tentu saja area bermain anak di sekitar area masjid.
Untuk tempat ibadah, masjid Hubbul Wathan telah dilengkapi dengan area ibadah yang terpisah antara perempuan dan laki-laki, baik dari tempat shalat, eskalator khusus maupun tempat wudhu.
Bagi jamaah perempuan khususnya, tidak perlu khawatir apabila tidak membawa mukena, karena sudah tersedia mukena yang cukup banyak dengan kondisi baik.
Ada juga kamar mandi di berbagai titik yang terpisah, namun mudah dijangkau baik di area ibadah perempuan dan laki-laki.
Dari atas menara, pengunjung dapat menikmati pemandangan Kota Mataram dari ketinggian, cukup dengan membayar tiket seharga Rp. 5.000 per orang untuk wisatawan lokal dan Rp. 10.000 per orang untuk wisatawan asing, anda sudah dapat melihat pemandangan indah Kota Mataram dan sekitarnya.
Source : Amman by X
Untuk Akses Internet gratis, pengunjung dapat bertanya langsung kepada petugas yang selalu siap membantu anda, baik di area perempuan maupun laki-laki.
Yang paling penting khususnya bagi para pengunjung yang membawa anak-anak, tidak perlu khawatir mereka akan bosan di dalam Masjid. Karena di area luar masjid tersedia lapangan bermain.
Jam Buka dan Operasional
Jam buka operasional Islamic Center Mataram adalah 24 Jam setiap harinya.
Namun biasanya untuk operasional menaiki lift menuju ke atas menara hanya diperbolehkan dari Jam 08.00 hingga 17.00 WITA.
Rekomendasi waktu terbaik untuk berkunjung dan menaiki menara adalah ketika pagi hari, sore hari dan malam hari untuk kondisi yang nyaman dan tidak terlalu panas.
Lokasi dan Jarak Tempuh
Masjid Islamic Center terletak di jantung kota Mataram. Dari Bandar Udara Internasional Lombok bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam 30 menit saja.
Lokasi ini berdekatan dengan sejumlah fasilitas mulai dari hotel hingga tempat makan seperti Sate Rembige, Soto Yugisah, Prime Park Hotel, Kawasan hijau Taman Udayana, dan fasilitas di pusat kota lainnya.
Rumah makan seafood terapung di Lombok, cobain datang ke Bluefin Resto. Dijamin ga nyesel.
Lombok memang punya ribuan destinasi wisata, mulai dari gunung, laut dan pantai. Salah satu lokasi tujuan wisata yang cukup terkenal adalah Sekotong yang masih merupakan wilayah Lombok Barat.
Sekotong menawarkan sejumlah wisata bukit dan juga pantai yang disertai dengan kuliner khas berbau Laut. Mulai dari ikan, kerang, cumi maupun rumput laut. Salah satu resto favorit yang mimin rekomendasikan kali ini dalah Bluefin Restaurant.
Lokasinya dapat ditempuh dengan berkendara sekitar 1 jam 30 menit dari kota Mataram ke arah Selatan. Setelah itu anda akan sampai di lokasi penyebrangan ke Blufin Resto. Pemandangan yang ditawarkan di derrmaga tak kalah cantik, anda akan disambut dengan rimbunnya tanaman pohon bakau.
Selanjutnya anda perlu berjalan ke ujung dermaga kayu yang menjorok ke tengah laut, kemudian dijemput dengan sampan khusus yang akan membawa ke lokasi resto. Penyebrangan hanya memakan waktu 1 menit, karena memang jaraknya sangat dekat dari ujung dermaga.
oppo_32
Adapun menu makanan yang di tawarkan di sini adalah ikan bakar, cumi bakar, kerang bakar, udang, lobster dan sejumlah makanan berbahan sayur khas lombok seperti pelecing dan beberok.
Harganya mulai dari 100rb an per orang sudah dapat paket makan seperti di bawah ini. Tersedia juga paket lainnya yang bisa disesuaikan dengan jumlah rombongan atau grup.
Source : dokumentasi gumi Lombok9
Lebih menariknya lagi, semua menu makanan laut ini di ambil langsung dari tambak yang ada di area perairan resto. Seperti saat mimin datang dan memesan menu ini, pelayan akan langsung mengambil ikan yang masih berenang di tambak kemudian di timbang dan selanjutnya di masak. Jadi benar-benar masih segar dan manis.
Selama menunggu pesanan siap, anda bisa menikmati pemandangan sepanjang pantai dari tengah laut, melihat tambak bayi hiu dan tambak kepiting maupun udang. Dan tentu saja, makan sambil merasakan angin semilir dan riak air laut akan sangat nikmat.