Impact-Site-Verification: 9be216c7-6b3d-439d-822f-fd76af7acd69
Lombok Eco Flea Market. Bagi anda yang tinggal di Lombok, mungkin nama Lombok Eco Flea Market atau disingkat LEFM ini sudah tidak asing lagi. Eits, namun tidak semua juga tahu, faktanya saya sendiri baru kali ini datang dan hadir langsung di giat pop up marketnya.

Kebetulan, salah seorang teman baik saya mengajak datang ke acara ini, so pada Sabtu 2/6/2024 kemarin bertempat di Verve Beach Club Senggigi (ini ada di wilayah Mangsit) sebenarnya, kami berdua pun turut memeriahkan acara tersebut.
Jadi, ada cerita apa saja dari acara kemarin? Berikut ulasan selengkapnya.
Apa Itu LEFM?
Lombok Eco Flea Market atau yang dikenal dengan singkatan LEFM adalah suatu yayasan atau komunitas yang dibangun oleh seorang turis berkebangsaan Spanyol. Namanya Paula Huerta, seorang gadis spanyol yang pada tahun 2007 silam untuk pertama kalinya datang ke Lombok.
LEFM sendiri didirikan pada tahun 2019 di Kuta, Lombok. Tujuannya adalah untuk menyediakan wadah atau tempat bagi banyak pengrajin di sekitarnya dan organisasi lingkungan dengan bakat alami yang ada di Lombok. Khususnya petani dan pengrajin lokal di desa Kuta dan sekitarnya.
Kegiatan dan Kontribusinya
LEFM memiliki sejumlah kegiatan rutin yang merupakan pelaksanaan dari tujuan awal komunitas ini didirikan, diantaranya :
- Promosi tetap di Lombok Eco Market Shop yang ada di Kute-Lombok
- Pop Up even atau kegiatan promosi pasar kagetan yang diselenggarakan di seluruh Lombok seperti wilayah Senggigi, Gili Trawangan, Mangsit, Mataram, Kuta Lombok, dan Selong Belanak. Tak jarang juga event ini dilaksanakan di pusat keramaian seperti Lombok Epicentrum.
- Lokakarya bagi Kaula Muda tentang bagaimana menjadi seorang ecopreneur, bagaimana mengembangkan ide menuju keberlanjutan dan mengikuti ekonomi sirkular agar mampu berkembang. Untuk event ini bekerjasama dengan beberapa SMP dan SMA di Lombok. Bahkan jika ada Sekolah yang ingin dikunjungi untuk diskusi atau lokakarya ini, bisa langsung menghubungi melalui laman resmi LEFM.
- Lokakarya untuk Anak-Anak yang terdiri dari kegiatan DIY (do it yorself) dengan memanfaatkan berbagai perkakas tak terpakai seperti kaus kaki, kemudian menyebarkan dokumentasi kegiatan agar menginspirasi para orang tua di luar sana, ataupun belajar membuat berbagai hiasan dinding dari plastik bekas daur ulang.
- WEBINAR dimana LEFM juga menghadirkan diri sebagai platform masa depan bagi organisasi lain yang serupa agar dapat dengan mudah ditiru dan diterapkan di negara lain.
- Dukungan Marketing bagi setiap anggotanya, baik itu secara promosi maupun dukungan teknis lain seperti pemotretan, digital marketing maupun visual lainnya.
- Clean Up Beach Event, salah satu kegiatan bersih-bersih pantai yang memberikan contoh pada masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga pantai tetap bersih. Kegiatan ini pun pada akhirnya membuat masyarakat turut serta dalam pelaksanaannya.
- Kegiatan Amal lainnya seperti pengumpulan donasi dalam bentuk pakaian bekas dari pengunjung yang datang pada event LEFM yang nantinya akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
- Dukungan kepada seniman musik lokal, yang akan menunjukkan bakat musiknya di tiap event LEFM.

Perannya Dalam Mendukung Brand Lokal
Melihat banyaknya kegiatan komunitas ini yang hampir keseluruhannya memiliki kontribusi terhadap lingkungan sekitarnya, tak salah lagi bahwa salah satu yang paling mendominasi adalah perannya dalam mendukung brand lokal yang ada.

Ketika hadir di event Lombok Eco Market kemarin, saya sampai kaget sendiri. Ternyata salah satu brand selai yang tadinya saya pikir dibuat oleh bule ini, justru milik warga pribumi. Ada juga satu merek kue yang sering saya lihat di IG pun ternyata sama. Belum lagi banyak jenis kerajinan lainnya yang memang benar-benar ramah lingkungan.
Salah satunya seperti beberapa perkakas kain sasakan cantik yang terbuat dari daun nanas, kemudian pot hiasan mini dari pulp kertas daur ulang, perkakas makan dari batok kelapa, Selai organik non sugar dari kacang-kacangan yang bahannya aseli lokal semua dari petani sekitar Lombok Tengah.

Oh iya, sejumlah produk skin care yang pabriknya ada di Lombok dan juga mengusung organik produk turut membaur. Tak ketinggalan juga sejumlah pelaku usaha lainnya seperti jamu, gerabah dan produk lilin aromatherapy.
Yang perlu diketahui, semua pedagang atau pengusaha dengan brand lokal ini mendapat dukungan sepenuhnya dari komunitas LEFM. Mulai dari pembinaan, promosi, foto visual produk hingga event perkenalan langsung melalui pop up market ini.
Senengnya lagi pas hadir kemarin, saya bisa wawancara langsung dengan founder dari Merek Hasil Boemi Lombok, mbak Tierza Miranda. Kemudian owner dari produk rumahan Terserah April.
Bagaimana Cara Join Komunitas Lombok Eco Flea Market?
Bagi anda yang ingin bergabung dan menjadi anggota dari komunitas ini, dapat langsung mengunjungi laman resminya di https://www.lombokecofleamarket.com/. Eh, untuk anda yang berdomisili di seputaran Lombok Tengah, bisa juga mengunjungi Lombok Eco Market Shop yang ada di area Kuta Mandalika, Lombok Tengah.
Atau bagi anda yang ingin mendapatkan giat pembinaan dalam bentuk lokakarya atau webinar, bisa juga menghubungi koordinatornya melalui laman yang sama .
Habis itu, mimin juga mau cerita kalo kalian mau experience bahasa inggris atau bahasa asing, bagus nih dijadikan ajang latihan berinteraksi langsung dengan para bule. Terakhir mimin bagi-bagi foto kemarin dulu ah.







