Segudang Manfaat Tempe Yang Kaya Protein

Tempe, siapa yang tidak kenal makanan yang satu ini. Rasanya yang lembut dan khas dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan sehat bernutrisi. Lalu apa saja manfaat tempe? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Mengenal Tempe

Tempe adalah produk makanan fermentasi tradisional Indonesia yang terbuat dari biji kedelai. Bahan-bahan:

  • Biji kedelai
  • Ragi tempe (Rhizopus oligosporus atau Rhizopus oryzae)

Langkah-langkah Pembuatan:

Setelah fermentasi, tempe biasanya akan matang dan siap untuk dikonsumsi atau diolah lebih lanjut. Tempe yang telah jadi akan berwarna putih dengan bau khas fermentasi.

Persiapan Biji Kedelai :

Pencucian: Cuci biji kedelai hingga bersih untuk menghilangkan kotoran dan debu.

Perendaman: Rendam biji kedelai dalam air selama 8-12 jam atau semalaman. Proses ini bertujuan untuk melembutkan biji kedelai dan mempermudah pengelupasan kulit arinya.

Pengupasan dan Pemisahan Kulit Ari: Setelah perendaman, bilas biji kedelai dan kupas kulit arinya. Kulit ari bisa dihilangkan dengan cara meremas-remas kedelai di dalam air hingga terpisah.

Perebusan: Rebus biji kedelai yang telah dikupas selama 30 menit hingga empuk. Perebusan ini juga bertujuan untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme yang tidak diinginkan.

Pengeringan: Tiriskan dan keringkan biji kedelai yang sudah direbus. Pastikan kedelai benar-benar kering karena kelembapan yang tinggi dapat menghambat proses fermentasi.

Penambahan Ragi: Setelah kedelai kering, taburkan ragi tempe secara merata ke atas biji kedelai. Pastikan semua biji kedelai terkena ragi.

Pembungkusan: Bungkus biji kedelai yang telah dicampur ragi dalam daun pisang atau plastik berlubang kecil untuk memberikan ventilasi. Pastikan bungkusannya rapat namun tetap ada sirkulasi udara untuk fermentasi.

Fermentasi: Biarkan bungkusan kedelai di tempat yang hangat (sekitar 30-32°C) selama 24-48 jam. Selama waktu ini, jamur Rhizopus akan tumbuh dan mengikat biji kedelai menjadi satu massa padat yang disebut tempe.

Pematangan: Setelah fermentasi, tempe biasanya akan matang dan siap untuk dikonsumsi atau diolah lebih lanjut. Tempe yang telah jadi akan berwarna putih dengan bau khas fermentasi.

Kandungan Tempe

Tempe memiliki sejumlah kandungan yang baik bagi kesehatan tubuh. Berikut adalah kandungan nutrisi utama dalam tempe:

  1. Probiotik: Proses fermentasi tempe menghasilkan probiotik, yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan dan sistem kekebalan tubuh.
  2. Protein: Tempe kaya akan protein, menjadikannya sumber protein nabati yang sangat baik. Dalam 100 gram tempe, terdapat sekitar 18-20 gram protein.
  3. Serat: Tempe mengandung serat yang tinggi, membantu pencernaan dan kesehatan usus.
  4. Vitamin B: Tempe mengandung berbagai jenis vitamin B, termasuk B2 (riboflavin), B3 (niacin), B6, dan B12, yang penting untuk metabolisme energi dan fungsi saraf.
  5. Mineral: Tempe merupakan sumber yang baik untuk beberapa mineral penting seperti kalsium, magnesium, fosfor, dan zat besi.
  6. Isoflavon: Kandungan isoflavon dalam tempe berperan sebagai antioksidan dan memiliki manfaat kesehatan seperti menurunkan risiko penyakit jantung dan osteoporosis.

Manfaat Konsumsi Tempe :

Tempe memiliki banyak manfaat kesehatan karena kandungan nutrisinya yang kaya dan proses fermentasinya yang unik. Berikut adalah beberapa manfaat utama tempe:

Alternatif Daging yang Baik:

Karena kaya akan protein dan memiliki tekstur yang mirip dengan daging, tempe bisa menjadi alternatif yang baik bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi daging tanpa mengorbankan asupan protein.

Baik untuk pembentukan jaringan (otot) karena Sumber Protein Tinggi

Tempe kaya akan protein nabati yang penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Ini menjadikannya pilihan baik bagi vegetarian dan vegan. Selain itu bagi anda yang punya kebiasaan olahraga angkat beban untuk menambah masa otot dan kekuatan tulang, maka tempe menjadi salah satu pilihan yang tepat.

Mengandung Probiotik:

Proses fermentasi tempe menghasilkan probiotik, yang bermanfaat untuk kesehatan saluran pencernaan dengan membantu keseimbangan bakteri baik di usus. Tentunya dengan memperhatikan proses pengolahan yang tidak terlalu panjang atau berlebihan ya.

Kaya Akan Serat:

Tempe mengandung serat tinggi yang membantu memperlancar pencernaan, mencegah sembelit, dan menjaga kesehatan usus. Hal ini akan mengurangi resiko terjadi berbagai penyakit akibat kurangnya serat.

Mengandung Isoflavon:

Isoflavon dalam tempe memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu mengurangi risiko beberapa penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan osteoporosis. Isoflavon juga dikenal memiliki efek positif pada kesehatan hormon, terutama pada wanita menopause.

Sumber Vitamin B:

Tempe mengandung berbagai vitamin B, termasuk riboflavin, niacin, B6, dan B12, yang penting untuk metabolisme energi dan fungsi saraf. Sehingga bagi mereka yang cenderung sering mengalami defisit vitamin B, tempe merupakan pilihan yang baik.

Mengandung Mineral Penting:

Tempe merupakan sumber kalsium, magnesium, fosfor, dan zat besi yang penting untuk kesehatan tulang, fungsi otot, dan produksi darah. Oleh sebab itu, tempe dapat dikonsumsi tiap hari secara aman atau ketika dibutuhkan.

Rendah Lemak Jenuh dan Kolesterol:

Tempe rendah lemak jenuh dan tidak mengandung kolesterol, menjadikannya baik untuk kesehatan jantung. Untuk yang satu ini sepertinya sudah menjadi rahasia umum ya.

Mengatur Kadar Gula Darah:

Serat dan protein dalam tempe membantu mengatur kadar gula darah, yang bermanfaat bagi penderita diabetes.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh:

Kandungan nutrisi dalam tempe, seperti probiotik, vitamin, dan mineral, dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi.

Nah, bagi anda yang memang kurang suka dengan tempe yang disajikan biasa-biasa saja, maka bisa mencoba mengkonsumsi tempe yang diolah berbeda. Salah satunya adalah produk nugget tempe Say Vege!

Terbuat dari tempe asli Lombok dengan campuran wortel segar, daun bawang, telur dan rempah tanpa bahan pengawet. Sangat cocok bagi mereka yang memang kesulitan mengkonsumsi sayuran.

Sekian tulisan kali ini, semoga bermanfaat.

Diterbitkan oleh LombokAuthor

Yang Viral dan Unik Cari di sini

Tinggalkan komentar