
Lebaran Topat merupakan salah satu tradisi khas suku sasak di Pulau Lombok. Tradisi ini biasanya diselenggarakan setelah 6 hari berturut-turut puasa Syawal yang dilaksanakan dari tanggal 2 sampai 7 Syawal setiap tahunnya.
Adapun Perayaan lebaran topat kali ini jatuh pada tanggal 16 April 2024 atau 8 syawal 1445 Hijriah. Event ini biasanya diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah setempat selama satu hari setiap tahunnya.
Hal ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Daerah atas pelestarian kebudayaan lokal Suku Sasak yang juga sebenarnya bertujuan untuk menarik minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Sehari sebelum perayaannya, warga muslim biasanya akan membuat topat atau ketupat. Topat merupakan penganan yang terbuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa (biasanya disebut Busung). Kemudian direbus beberapa jam hingga matang dan digantung agar dingin untuk disajikan keesokan harinya.
Selain itu hidangan khas sasak lainnya seperti opor ayam, pelecing kangkung, beberok, opor telur atau opor daging juga akan disediakan.
Baca juga : Pelecing, Nikmatnya Kangkung Lombok Dengan Bumbu Tomat
Lokasi perayaan dan bentuk perayaannya pun bervariasi di tiap-tiap kabupaten/Kota (terdapat 4 kabupaten dan 1 Kotamadya di Lombok). Namun yang pasti, dulang atau sajian makanan khas lebaran untuk santapan bersama akan tersaji dengan melimpah di lokasi acara pun di tiap-tiap masjid yang ada.
Apalagi, Lombok memang terkenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid. Maka tak heran wisatawan atau pengunjung khususnya yang beragama muslim akan menemukan banyak dulang di hampir setiap masjid, khususnya masjid besar.
Seperti yang terjadi di wilayah tempat tinggal saya misalnya, Jalan Raya Senggigi yang hampir setiap tahunnya selalu menjadi titik kegiatan perayaan ini. Untuk tahun ini saja jarak acara perayaan hanya kurang 1 menit dari rumah, yaitu di kawasan pantai Tanjung Bias.
Perlu diketahui, acara tahunan ini biasanya akan dijaga ketat oleh aparat kepolisian untuk mengantisipasi kemacetan. Bahkan pengalihan arus bagi sejumlah pengguna jalan yang akan melintas dekat lokasi acarapun dilakukan. Alhasil saya yang notabene biasanya pulang kantor hanya menempuh jarak 20 menit, bisa molor hingga 30 menit lebih.
Hal ini disebabkan pengalihan arus kendaraan dilakukan secara merata, sehingga pekerja kantoran yang akan pulang dengan tujuan ke arah Jalan Raya Senggigi pun harus mencari jalan alternatif. Apalagi, kalau bukan mencari jalan tikus alias gang-gang kecil di perkampungan sekitarnya.
Biasanya arus kendaraan akan mulai padat sejak pagi, karena tidak hanya pengunjung yang ingin menikmati perayaan lebaran topat bersama, sejumlah pedagang asongan pun mencari kesempatan untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Sehingga dapat dipastikan lokasi acara akan dibanjiri lautan manusia yang menikmati berbagai hiburan maupun santapan.
Oleh sebab itu, saya sarankan bagi anda yang punya rencana berkunjung ke Lombok, khususnya ketika ada event tahunan perayaan lebaran topat, ada baiknya untuk mencari informasi terlebih dahulu terkait jadwal pelaksanaannya.
Hal ini akan membantu anda untuk menghindari pengalihan arus yang lumayan menyita waktu dan membuat anda lebih bisa menikmati moment wisata di Lombok dengan lebih baik.
Atau, jika anda ingin menyaksikan secara langsung perayaan lebaran topat ini, pastikan agar anda datang lebih awal untuk memilih lokasi yang dekat dengan pusat acara.
